#Pamit

Pindah, dalam Pindah pasti ada indah, begitu kata sebuah buku kumcer berjudul PINDAH.  Aku sempat membacanya ketika aku ‘memanusiakan’ diriku dengan jalan-jalan ke toko buku. sebenarnya hari itu aku di undang untuk syukuran oleh salah satu seniorku di radio dan di komunitas menulis di kampusku. Entah rencananya apa, yang jelas, aku dengar dia ingin melanjutkan S2.

“iya, insya allah, aku mau lanjut di bandung nih, doain ya temen-temen”  begitu katanya

belum genap tahunku menjadi seorang mahasiswa, aku sudah di hadapkan oleh satu masa perpindahan. aku hanya melihatnya, namun ikut merasakannya. bagiku perpindahan itu termasuk dalam kehilangan. namun dalam konteks ini, aku tidak kehilangan dia. dia sudah bagai keluarga, bahkan aku sangat hormat kepadanya.

ya perpindahan, dulu dia juga pindah dari kota kelahirannya ke kota orang, demi sebuah gelar, segudang pengalaman di tangan, dan setumpuk cerita yang siap di ceritakan kembali nantinya, sama sepertiku.

pindah bukan berarti di lupakan / melupakan. pindah bisa jadi hal yang di ingat, dan membawa rindu untuk kembali lagi, walau hanya sementara, mengingat cerita-cerita yang dia semai di tanah orang.

Aku akan selalu menunggu ceritanya, karena aku sangat mengamini, dimana langkah kaki kita berpijak, di situ awal cerita dimulai

semoga sukses ya mbak dilla, terimakasih atas segala bimbingannya.

#Pamit

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: