(lagi-lagi) Aquarius

entah kenapa sepertinya zodiak ini selalu menjadi langganan membuat hati saya patah. tidak usah di ceritakan bagaimana kronologinya, cukup saya dan tuhan yang tahu.

saya duluan yang jatuh hati. tidak, saya tidak blak blakan menunjukannya. persetan dengan obrolan tentang pakar cinta, menjadi pendengar tentang curahan hati itu bagus bukan? memberi solusi jika berkenan, atau cukup memberi bahu jika tak tahu lagi apa yang harus di bicarakan. namun sayang, option ke 2 hanya khayal saja, karena kami terpaut jarak. tidak jauh, hampir 10 jam dengan kereta & seharian naik bus.

Bukankah begitu mengasyikan jika bisa bertemu dan bertingkah selayaknya seorang pria menaruh hati? bahkan itu menjadi nilai plus, namun apalah arti dari sebuah value dari jarak? value pasti yang sejatinya selalu kalah dengan abstraksi perasaan. karena sesunggunya nyaman mana bisa di kalkulasikan dengan sebuah value. bukankah segalanya yang tidak bisa di kalkulasikan bersifat abstrak?

tapi entahlah, aku tidak ingin mempeributkan itu. perihal pria yang sedang kamu kagumi, aku menjadi penasaran tentang dia. ya namanya juga (awal) jatuh cinta, bukannya segala yang bermula dari mata dan berakir di (air) mata? nah mungkin aku akan jadi orang yang setia mengembalikan tawamu, menghapus jejak air matamu. namun itu hanya menjadi spiral, dan menjadikanku terus seperti itu.

entah apa yang di pirikan seorang aquarius sepertimu, tidak ada yang bisa di tebak. pun perasaanmu . ku beri tahu, aku nyaman dengan segala ketidak tahuanku tentang isi hati, pikiran dan tentang maumu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: