Rumah

Mungkin kau mungil, tidak besar seperti gambaran dongeng sebelum tidur. Mungkin kau sederhana, tidak semewah seperti cerita-cerita di disney. Mungkin juga kau tidak memiliki atap genteng, hanya langit yang menjadi atapmu. Mungkin juga hanya rumput-rumput tinggi yang menjadi pagarmu, bukan sebuah pagar besi yang tinggi dan gagah. Meski begitu, kau adalah tempat aku pulang, kau adalah tempat paling nyaman untuk aku melepas penat dari urusan dunia. Kau juga satu-satunya tempat dimana aku belajar semuanya tentang kehidupan.

Kau telah menjadi saksi bisu, ketika aku untuk pertama kalinya, belajar melangkah kemudian terjatuh dan menangis, melihatku mencuri-curi waktu untuk berciuman dengan seorang gadis, dan dengan sabar melihatku tumbuh hingga sebesar ini.

Mungkin jika kau bisa bicara, aku ingin kau menceritakan kembali, segalanya tentangku dari awal aku baru lahir, hingga sekarang, Agar aku bisa kembali mensyukuri dan tau untuk apa aku sekarang bernafas. Terimakasih, telah menjadi tempat ternyaman di dunia. Terimakasih, telah melindungi orang-orang yang aku cintai. Sekarang, kau adalah hal yang paling aku rindukan ketika berada di kota orang.

 

Penghunimu

 

Yogyakarta, 10 februari 2014

Advertisements
Tagged , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: