Mahal

2014 ini apa saja menjadi mahal, dan itu sangatlah menyiksa buat gue yang notabene adalah anak kost rantau dodol. sejak menjadi anak kos, gue harus mampu memanaging duit gue. FYI, harga apapun di jogja sebenernya jauh lebih murah dari pada di bali, tapi karena gue ngekos, yang murah hanya gorengan mendoan + nasi.

Ah tapi ada juga yang udah mahal dari sononya. well siapin dulu yang enak-enak buat dipeluk atau something yang anget.

 

Pertemuan itu mahal, saking mahalnya, permata ruby langka sekalipun gak bisa di pake bayar.

 

setelah itu, Tempat dan apapun yang ada di sekitarnya, menjadi hal yang sangat mahal. ya untuk itu kita masih bisa menjangkau dengan uang. beberapa tempat tersebut, ada stasiun kereta api, pelabuhan, terminal bus, dan yang paling ke kinian adalah bandara. Gue sadar, kenapa semua yang ada di tempat itu menjadi mahal.

gue masih inget waktu nungguin sahabat gue yang dari Bandung mau main ke Jogja di stasiun Tugu Jogja. Mungkin kalo bukan orang pemerhati, pemandangannya bakal seperti biasa, orang datang, jemput, atau nganter yang mau pergi, nunggu, dan sebagainya. Namun bagu gue, itu beda.  Iya, lagi-lagi pertemuan yang jadi barometernya. orang yang datang lalu menunggu kepulangan seseorang, itu artinya mereka akan segera bertemu. orang yang datang untuk mengantar orang yang akan pergi entah kemana, itu artinya, pertemuan lagi. Pertemuan dimana-mana dengan segala emosi yang berbeda juga. ada yang tersenyum begitu baru melihat wajahnya, ada yang lari menghamburkan peluk, ada yang saling merangkul dan tertawa, atau yang lebih sederhananya lagi, berbagi sapa.

Apa yang membuat pertemuan menjadi mahal? gue sendiri masih bingung. sejatinya, pertemuan adalah hal yang sangat sederhana. bertatap muka, bertemu secara fisik, atau apalah, tapi pernah gak terpikir apa yang bikin jadi mahal?

bagi gue, yang bikin menjadi mahal itu ‘berharga’nya orang tersebut.  berharganya suatu moment karena waktu yang menghukum kita dengan putarannya yang hanya 24 jam, atau karena lamanya kita pergi jauh untuk urusan tertentu, dan pulang untuk kurun waktu yang sebentar. lagi-lagi waktu.

Waktu dan Pertemuan. 2 hal yang sepertinya erat sekali kaitannya. sederhana, namun di antara kita masih saja tidak peduli akan hebatnya mereka. btw, tempat sejenis Cafe atau resto cepat saji pun, akan menjadi sesuatu yang mahal juga, kalo di situ banyak terjadi pertemuan.

 

Well, satu lagi yang mengajarkan gue, tentang pertemuan. ya, gue kangen bertemu dengan keluarga gue di kampung halaman, dan itu harus di bayar mahal  (karena gue anak kos) dengan ongkos 275k. ( ‘-‘)/|Balada Anak Kos|

Well Bali, See you soon, i miss your beach and sun

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: