Tentang Benda

Jika di tanya benda apa yang mewakili cerita cintaku, tentu aku akan menjawab boneka. ya, sangat klasik dan sudah lumrah untuk banyak orang. Tapi di balik boneka itu, ada satu cerita yang masih teringat sampai sekarang.

[6 tahun yang lalu]

Tidak ada yang spesial dari gadis itu. bagiku, gadis-gadis di sekolahku terlihat sama. waktu itu, umur ku baru 12 tahun, bau kencur jika orang-orang bilang. tapi di situ aku mulai, untuk ‘belajar’ apa itu berjuang, dan apa artinya ‘janji’.

Nama gadis itu fiana, tidak terlalu tinggi ataupun pendek dan berkacamata. senyumnya ramah, dan sangat sederhana. singkatnya aku suka kepadanya, ketika ia tersenyum. ya, dia yang membuat aku belajar akan semua hal itu. mari kita persingkat lagi. kita begitu dekat, pada zaman itu, tentunya ponsel sudah ada. kami intens untuk berkirim pesan, bertanya kabar, bertanya ‘sudah makan apa belum’ standard memang,karena yang ku tau memang itu. Bagian lucunya adalah ketika aku menyatakan ingin menjadi pacarnya. Mungkin banyak yang bertanya ‘apa sih yang di ngertiin dari anak ingusan 12 taun?’.

oke, mari kita belajar dari kisahku yang bisa di tertawakan.

Aku menyatakan cinta 3 kali, tapi ketiganya di tolak. Pada zaman sekarang, jika sudah tidak memberi sinyal positive, balik kanan bubar jalan. Tidak mau berjuang. walaupun hasilnya seperti aku, akan di tolak. Setelah kejadian penolakan itu, aku menjauh? boro-boro.  aku tetap menjadi teman dekatnya. aku tetap selalu ada buat dia, yang pada waktu itu sebenarnya aku tidak tau kenapa aku melakukan itu semua. Jika pada saat itu orang-orang bertanya, kenapa, jawabanku sederhana, ‘karena aku suka’ . cuman itu, tidak menggunakan alasan. Polos?
memang seharusnya jatuh cinta itu seperti itu, polos seperti anak kecil kata radityadika.

ada yang berubah dari ku ketika aku suka dengannya?

ada, dan silahkan tertawa.
segala alat pembersih wajah ibuku aku gunakan. padahal aku tidak tau kegunaan sebenarnya itu apa. aku belajar lebih rapi, karena pada dasarnya aku cuek terhadap penampilanku sendiri. datang ke sekolah lebih pagi, yang jelas itu untuknya. walaupun aku suka, aku sering berbuat iseng dan jail kepadanya. menarik kerudungnya, menyembunyikan peralatan menulisnya, dan masih banyak lagi. Semua demi satu hal, dia tertawa, begitupun aku.

Dan di sinilah aku belajar banyak.

kelulusan SD sudah dekat, dan kabar yang aku dengar dari sahabat dekatnya, dia akan melanjutkan di pondok pesantren yang tentu saja berbeda dengan ku yang mengimpikan masuk SMP negri. Aku berjanji membuatkannya email, dan aku buatkan dia. aku ajarkan bagaimana menggunakannya. kita sepakat, akan bertukar kabar lewat e-mail, atau dia akan mengabariku, setiap hari jum’at. hanya hari itu saja, dia mendapat kesempatan untuk ‘sedikit’ bebas. aku pun menyetujuinya. kami sama-sama berjanji. jika pada saat itu kami di tanya, jawaban kami mungkin hanya sebuah gelengan kepala dan sautan ‘karena suka’.
pagi hari,sekitar pukul 10 aku berjanji untuk bertemu dengannya di di balai banjar dekat sekolah kami. aku ingin memberikannya sebu dekaah hadiah. aku menghadiahkannya, sebuah boneka singa kecil. dia seorang Leo. Setelah itupun aku berucap sesuatu
“Aku janji, aku bakal nunggu kamu, sampe kapanpun sampe kamu balik, aku janji sama kamu”
iya, itu aku yang berucap janji seperti itu. silahkan kembali tertawa.

beberapa minggu kemudian, giliran dirinyalah yang memberikan ku hadiah ‘perpisahan’. Boneka, bukan teddy bear, atau sejenisnya. boneka berbentuk bola sepak classic hitam putih.  sudah mengerti mengapa aku bilang boneka, mewakili cerita cintaku?
aku ingat raut wajahnya yang sedikit malu-malu seraya memberikan boneka itu. di depan rumahku. hanya senyum lebar yang tergambar di wajahnya. aku jaga boneka bola itu, aku siman baik-baik boneka itu. bahkan sahabat dan adik ku sendiri-pun tak ku ijinkan untuk menyentuhnya. its special.

Kelulusan pun tiba, dan dia berngakat ke pondok tempat dia akan melanjutkan pendidikannya. soal janji? aku tidak lupa sama sekali. aku ingat, sangat ingat dengan jelas di kepalaku.

kali ini terserah mau tertawa atau tidak.
sepulang sekolah pukul satu siang, aku selalu mengunjungi warnet dekat rumahku. Untuk apa lagi kalau bukan melihat kotak masuk e-mail. setiap hari selama seminggu, selama sebulan, dan bulan-bulan berikutnya. Pun setiap hari jum’at, aku selalu menunggu kabarnya lewat sms. pernah, beberapa kali kami berbalas pesan. hanya beberapa kali, sisanya tentu saja aku menunggu. apa lagi? berbulan-bulan aku menunggu. kurang lebih tiga bulan dia tak ada kabar sama sekali.

‘mungkin dia lupa’ batinku.

entah kenapa, ada waktu itu, aku menerima ajakan pacaran dari salah satu teman sahabatku. tertawalah, tidak apa-apa. Bukan setengah hati, bahkan aku tidak menggunakan hati. entah hatiku dimana, tapi sejak dia hilang mungkin hatiku juga ikut hilang. Entahlah, tapi pada saat itu, aku masih berharap, ada email masuk, ada sms masuk di hari jum’at, selama aku berharap itu juga, rutinitas pergi ke warnet hanya untuk mengecheck email masih aku lakukan.

Tidak lama setelah itu, aku putus dengan ‘pacar’-ku. namun aku malah senang, aku tidak memperdulikan, aku tidak tau menau rasa sakitnya. Beruntungnya aku kala itu. Masih menunggu? tentu. tidak ada yang membuat ku berhenti berharap, dan aku tidak tau apa yang membuatku berhenti berharap saat itu.

suatu hari, 1 sms masuk, yang berasal dari sahabat fiana, yang mengatakan bahwa fiana pulang ke bali, dan dia tau bahwa aku pernah punya pacar. Aku tidak pernah menyalahkannya bagaimana dia menilaiku pada saat itu, Bagaimana dia tidak menghargai usahaku menunggu, menunggu dan menunggu selama berbulan-bulan. Malah aku yang memaki diriku sendiri betapa bodohnya aku menerima ajakan pacaran.

Marah? tentu..
Aku bodoh, tidak menjelaskan semuanya, aku bodoh, aku tidak menceritakannya, berapa lama aku menunggunya. Terlintas untuk menjelaskan pun tidak. Bahkan aku menjadi seorang pengecut. melihat tatap matanya saja aku tak bernyali.

setiap aku melihat boneka darinya, pasti cerita itu yang aku ingat.
yah begitulan cerita ku yang bisa kalian tertawakan. sekarang, bisa kalian ambil kesimpulannya?

Advertisements
Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: