Pembaca

Nama lengkapmu siapa dan kapan kamu lahir

Dua kalimat itu biasanya terlontar dari bibirnya sebelum dia mulai membaca. Dua batang rokok ia bakar, satu untuk nya dan satu lagi untuk yang membantunya. di hadapannya juga ada segelas fanta merah, terkadang di sertai dengan sebuah apel merah.

Tarot, siapa yang tidak kenal dengan kartu ramal itu? hampir di seluruh dunia tarot itu ada.  Dia adalah salah satu pembacanya. Ini serius, bukan membaca tarot sesuai dengan ‘buku panduan’-nya.  Dia adalah orang yang sudah aku anggap sebagai kakak-ku. Sebelum membaca tarot, dia lebih dahulu membaca dengan kartu remi. apa lagi kalau bukan tentang masa depan. aku adalah salah satu ‘korban’-nya. Ya aku bersedia, karena sebelum menggunakan tarot pun aku sudah menjadi korbannya. Ada yang berbeda ketika ia membaca menggunakan tarot. Tidak ada hawa mistis ketika ia membaca dengan tarot, bahkan dia dengan santai bisa dengan ber-SMS atau BBM dengan temannya. Atau bercanda dengan orang yang sedang ia baca. tentu saja, dia bukan dukun, dia hanya di beri kekuatan dari-NYA.

kartuku?

oke kali ini aku akan memberi sebuah testimoni. bukannya ingin menyombong, kartuku bagus-bagus saja. Dia mengatakan aku lebih sukses di broadcast dari pada jurusan yang aku impikan, Advertising. Soal menjadi penulis juga aku bertanya. aku bersyukur, ternyata aku mampu.  sekali lagi, aku tidak mempercayainya. itu bisa saja terjadi jika tidak ada usaha untuk mewujudkannya. Logis bukan?

Masalah asmara, tidak usah di ekspose, cukup 3 orang yang tau, aku, tuhan dan setan yang ada di sekelilingku.

Aku juga mengajak 3 orang kawan dekatku untuk di baca olehnya. Lia, Nadya, dan Dodot. Lia tidak usah di tanyakan lagi, hal-hal yang ingin di ketahuinya hanya seputar tentang asmara.  dan tanpa Lia cerita sedikitpun kepada kakak-ku, dia bisa tau tentang keluarga dan kehidupan Lia, secara benar. Nadya, ya seperti biasa , dia ketakutan duluan. Tingkah berlebihannya keluar, dan juga dia merasa tegang, pun begitu dengan kartunya. Lagi-lagi kakak-ku bisa membaca tentang dia secara ‘pas’. Untuk soal asmara, yaaa cukup baik.

Aditya Bagas Pamungkas, di singkat Dodot, kata kakak-ku cukup berat untuk membaca dia. he is a special child.Katanya, Dodot memiliki penjaga dan katanya, namanya cukup berat. as a blessing child, sebagalanya di mudahkan. he is a star di bidang yang dia inginkan. Tidak usah aku jelaskan lagi, apapun yang kakak-ku baca, seluruhnya tepat.

 

One lighter note. Kakak ku tidak pernah menyuruh orang yang dia baca untuk percaya padanya. “Percaya sama tuhan, kalo kalian percaya sama ucapan ku yang aku bacain tadi, itu namanya goblok” ujarnya sambil menghisap rokok “Aminin yang baik-baik tadi. ini juga sudah menjadi hukum alam dari jaman dulu, doa dan usaha kalo kalian mau liat apa yang aku baca tadi terwujud”

Aku harap, itu bisa menjadi berkah untuknya, dan amat sangat bisa membantu orang lain.

Terimakasih, untuk kakak pembaca.

Advertisements
Tagged , , ,

One thought on “Pembaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: