The answer

“Mengapa bisa?” ujar Ratna kerheranan
“Memangnya kenapa? ada yang aneh?”

“tidak, hanya masih heran, ternyata ada juga, haha” ujarnya terkekeh
“aku normal, lalu  senyum dan pandangan matamu yang menariknya” jawabku
Ratna  hanya tersenyum kecil, mata bening yang tersembunyi di balik kacamata seolah berkata sesuatu tapi entah itu apa.

Yang aku ingat waktu itu aku tersasar,  untuk mencari rumah salah satu seniorku juga.
“Tuh liat dia udah bete mukanya”
aku menoleh ke arah sumber suara, tidak begitu jelas, karena hari juga sudah malam. tapi sempat aku lihat matanya itu. Sambil membatin aku bertanya-tanya siapa pemilik mata itu. Baru ketika aku tiba di tempat, aku bisa melihat nya dengan jelas. Mungkin beberapa orang melihat, akan berkata ‘ apa spesialnya?’ . ya memang sama dengan mereka, tidak ada yang spesial, kecuali Mata dan senyumnya, bagi ku spesial.  tidak usah berbicara cantik manis dan apapun yang mencirikan fisik, bagiku itu relatif dan juga aku benci jika berbicara soal itu.

Setidaknya, aku menikmati pandangan mata mu dan senyum mu, tentunya pada waktu itu diam-diam. jika di tanya mengapa, aku pun bingung harus menjawab bagaimana. Ya bisa di bilang ‘love at the first sight (?) ‘. Tapi terserah apapun yang mereka bilang itu.

mungkin beberapa orang ada yang bisa menjelaskan mengapa dia bisa suka atau jatuh cinta. tapi bagiku yang ini beda, jika di katakan aku suka, ya suka. jika di tanya mengapa? aku bingung harus berkata apa. Mungkin jika hati bisa bicara, mungkin sudah dia yang menjadi juru bicara ku untuk hal-hal seperti ini.  Bukankah bahasa kalbu itu susah untuk di ungkap?

ya seperti itulah, aku pertegas sekali lagi, kenapa aku bisa suka. sebenarnya hatiku yang suka, hatiku yang jatuh (entah kemana, mungkin senyum dan mata mu). Jika masih ingin bertanya lagi mengapa aku bisa suka padamu, mari kita duduk berhadapan, dengan dua gelas cokelat hangat, lalu kita berbicara tentang apa saja. setidaknya di situ mungkin hatiku ikut berbicara.

“bisa lebih spesifik, kenapa suka sama aku?” tanya-nya heran kepadaku

mungkin jika berkenan aku bisa menjawab “mari kita saling mengenal satu sama lain, tentunya dengan hati.”
Mungkin setelah ini ada beberapa percakapan di antara dua gelas cokelat hangat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: