Will you

will you?

will you?

Hujan mengguyur kota yogyakarta sejak tadi sore belum juga reda, bahkan bertambah deras di sertai gemuruh. aku masih bersama Dova, duduk di atas kursi rotan Pams caffe yang di terangi lampu-lampu kuning, serta bebauan kopi dan coklat. Udara dingin sangat terasa, hot tiramisu ku tidak dapat lagi menghangatkan ku, karena sedari tadi aku pesan, tapi aku diamkan saja karena terlalu larut dalam obrolan.

Tangan Dova merangkul ku erat, yang membuat kepalaku bersandar pada dada Dova. aku hanya membalas nya dengan senyum dan melingkarkan kedua tangan ku pada tubuh dova, seraya menikmati hangat yang di berikan olehnya.

“apa nanti jika kita menikah, masih bisa seperti ini?” tanya Dova

“entah, mungkin masih, memangnya kenapa?” tanyaku

“tidak, hanya membayangkan, berdua, di atas sofa empuk, di temani coklat hangat buatan mu, dengan aku merangkul mu” lalu dia mengecup keningku “serta menonton film komedi kesukaan kita”

“haha, itu pasti jadi quality time yang sangat berharga, di tengah kesibukan mu sebagai seorang programmer”

“tentu”

malam makin larut, orang-orang mulai banyak berdatangan ke Pams cafe. ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang seperti kami, memadu kasih, bersama minuman-minuman hangat yang di sediakan cafe itu.

Terdengar alunan lagu if aint got you, menambah suasana romantis dari cafe ini. Lagu tersebut memilik cerita antara aku dengan Dova. kulihat dia menggerak-gerakan kepalanya, dan bibir nya bernyanyi kecil mengikuti lirik nya. begitu pun aku, bernyanyi kecil sambil menutup mata, membayangkan kenangan pada lagu ini.

“sebentar sayang, aku mau ke kamar mandi”

aku hanya mengangguk pelan dan tersenyum. Dova bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi, aku hanya tersenyum memperhatikannya dari belakang. Namun sesaat setelah ia memasuki kamar mandi, tiba-tiba lampu cafe padam. Pelayan cafe sibuk mondar mandir, entah apa yang mereka lakukan, aku tidak begitu memperhatikan.

lalu di depan ku, aku melihat sosok anak kecil menggunakan topeng datang perlahan menghampiri ku, tangan nya terlihat membawa sesuatu yang di sembunyikan di balik punggungnya.

“hai kak lisa” sapa nya

aku berfikir sejenak, seperti nya aku mengenali suara anak ini.

“hai adik,kok tau nama kakak”

dia hanya tersenyum dan menyerahkan seikat bunga mawar merah. lalu dia berbalik badan dan berlari. kudapati banyak orang berdiri di hadapan ku, aku tidak mengenali mereka, karena mereka membelakangiku. aku mencoba menebak-nebak siapa mereka.

Lalu, secara perlahan mereka berbalik ke arah ku, sambil membawa sesuatu. samar kulihat di antara barisan itu, ada wajah yang aku kenal. Dan seketika yang mereka bawa itu menyala.

“WILL YOU BE MY ”

Dan Dova muncul di antara mereka semua sambil berseru

“Person who i can grow old with?”

seketika, lagu if aint got you terdengar mengalun menjadi latar peristiwa itu. Dova berjalan menghampiri ku dan berlutut sambil membuka kotak kecil berwarna merah

“will you?”

mata ku mulai berkaca, pipi ku merona di beri kejutan seperti itu. tanpa ragu, aku menganggukan kepala, sebagai tanda aku siap. pengunjung yang hadir di cafe itu, seketika berdiri dan bertepuk tangan. Dova pun kemudian memeluk ku erat kemudian memasangkan cinicn di jari manis ku.

lalu lampu cafe pun menyala, terlihat jelas bahwa yang membawa tulisan itu adalah sahabat ku dan Dova. Mereka semua memmberi selamat kepada ku dan Dovi.

Hari itu, hujan, cafe, serta orang-orang yang hadir, merekam segala rentetan hari bersejarah ini. begitu juga lagu if aint got you ini.

And everythings means nothing, if aint got, you

Advertisements
Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: