Sehidup – Semati

Dian terenyum bahagia di hadapan saka. Air muka nya memancarkan keharuan, terlhiat dari sepasang mata Dian. hari itu, adalah hari dimana Saka tidak akan pernah lupa dalam hidupnya. sekali dalam seumur hidupnya. impian nya menjadikan Dian sebagai teman hidupnya sebentar lagi akan terwujud.

mereka berdua berdiri di hadapan pastur, yang sedang membacakan janji suci mereka. ribuan orang tampak antusias melihat itu. Layak nya film-film yang sedang dalam adegan klimaks. beberapa orang sibuk mengabadikan momen tersebut. bahkan mata para undangan mungkin juga ikut mengabadikan. Gereja tua itupun begitu, mungkin bila bisa berbicara, gereja tua itu akan dengan senang hati menceritakan kepada orang-orang di luar sana, bahwa hari ini, adalah hari paling berbahagia untuk Saka dan Dian.

‘apakah kau bersedia menerima baik dan buruk nya?’ tanya pastur kepada Saka

‘bersedia’

‘apakah kau bersedia selalu berada di sisinya di saat baik maupun buruk?’ tanya pastur kepada dian

‘bersedia’

‘silahkan saling memakai cincin nya, dan cium pasangan kalian’

tangan Saka sedikit bergetar ketika akan mengeluarkan kotak cincin dari dalam saku nya. mereka berdua mengambil cincin tersebut dan saling memakaikan satu sama lain.

‘I Love You’ Saka berbisik

‘Me too, lebih dari suara tepuk tangan mereka’

bibir mereka pun saling berpagutan, mendaratkan ciuman kasih sayang. Para undangan yang hadir memberikan standing ovation kepada sepasang pengantin yang baru saja berbahagia. gereja bergemuruh, senyum tersebar dimana-mana. ucapan selamat datang dari berbagai arah. Lagu Take me to your heart dari michael learns to rock di putar untuk merayakan nya. Lagu itulah yang menjadi kesukaan mereka berdua dari awal mengenal, hingga sekarang bisa menjadi teman hidup.

saat itu, bukan hanya orang yang bertepuk tangan, melainkan juga Tuhan serta para malaikat bertepuk tangan, melihat 2 cucu adam akhir nya menyatu dalam ikatan cinta yang mereka perjuangkan.

Mereka berdua melangkahkan kaki dengan mantap, menuju ke fase kehidupan yang telah menanti nya di luar gereja. Fase yang mereka berdua tunggu untuk jalani sedari dulu, Menjadi teman sehidup – semati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: