Kulit

Mencium tangan mu, walau aku tak lagi muda

Mencium tangan mu, walau aku tak lagi muda

aku punya cerita dari tuan ku,yang sudah bersamaku sejak aku dalam kandungan. aku sudah melewati banyak kisah bersama tuan ku. Bagaimana tidak, 70 tahun aku setia bersama nya. Dari segala kisah, aku selalu ingat kisah di pagi hari, waktu pertama kali tuan ku membuka mata. Ia tak pernah lupa berucap syukur kepada pencipta,  lewat doa, menikmati sinar sahabat ku sang matahari, dan juga lewat mata yang memandang sesuatu yang teramat penting baginya

mata tuan ku tak lagi sehat, sehari-hari ia selalu menggunakan sebuah kacamata tebal untuk membantu nya lebih jelas lagi melihat. bibir nya tak hanya bisa berucap syukur, namun mencium. kebiasaan itu yang selalu dia lakukan kepada teman hidup nya. ah, akhir nya aku bertemu juga dengan pasangan ku.

kita berdua tak lagi kencang, kami telah kendur termakan usia. kita berdua tak lagi bisa membuat tuan kita tampak lebih muda, karena takdir tuhan sudah tertulis jelas, bahwa mereka harus menua. namun aneh nya, tuan ku tak pernah menganggap pasangan ku jelek. sedari dulu, tuan ku sudah memandang nya lewat Mata Hati, bukan Mata.

walaupun tuan ku sudah tua, ia masih sangat gigih untuk bekerja, ia adalah seorang tukang pos keliling. Di zaman yang sudah gila teknologi ini, tuan ku masih bisa setia dengan pekerjaan kuno itu. Sudah berkali-kali atasan tuan ku menyuruh nya untuk pensiun dan menikmati masa tua nya dengan tunjangan. Namun bukan uang yang tuan ku cari, tapi untuk menghargai kenangan. Tuan ku mengenal teman hidup nya dari pekerjaan itu. Setiap kayuhan sepeda, seperti menonton satu scene bagaimana ia bisa bertemu.

Sebelum ia pergi mengayuh sepeda tua nya, menikmati secangkir teh hangat berdua dan tertawa untuk hal-hal yang kecil adalah kegemaran tuan ku. mungkin kalian akan tertawa, karena mereka berdua tak lagi memiliki barisan gigi. Namun bagi ku, itu anugrah tuhan. setelah semua nya habis, mereka berdua berdoa bersama, dan teman hidup nya, mengantarkannya hingga pintu gerbang sambil membawakan jaket tua kesayangan tuan ku, untuk melindungi ku.

tangan renta tuan ku menggandeng tangan teman hidup nya, tentu sambil berkata ” aku akan kembali, aku mencintai mu” dengan satu ciuman ke tangan pasangan hidup nya.

itu cerita favorit ku selama 70 tahun aku menemani tuan ku. mungkin jika aku benda hidup, aku bisa iri setengah mati kepadanya. Namun apa daya nya aku, aku hanyalah kulit, yang setia bersama tuan ku, hingga ke pembaringan.

Advertisements
Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: